Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai material mudah terbakar di dalam rumah.
Lokasi rumah yang berada di kawasan kebun karet dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah warga terdekat menyebabkan api terlambat diketahui sehingga cepat membesar. Faktor usia lanjut kedua korban juga diduga membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri.
AKP Peri Setiawan menambahkan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan sumber api di dalam rumah.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kompor, obat nyamuk bakar, maupun sumber api lainnya benar-benar aman sebelum beristirahat. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama pada rumah yang dihuni lanjut usia,” tambah AKP Peri Setiawan.
Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah tinggal ludes terbakar dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta. Polisi masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.( TBL/SK.01)






























