Gagal Selesaikan Gedung TIC Pagaruyung, PT.MJA Pekan Baru Didenda Rp.1,5 Juta Perhari

0
840

SABANA KABA, Tanah Datar—Pengerjaan tiga proyek di Komplek Istano Basa Pagaruyung, satu diantaranya gagal diselesaikan, sesuai dengan perjanjian kerja dengan Pemkab Tanah Datar melalui Dinas Parpora. Seharusnya seluruh proyek sudah selesai dikerjakan hingga tanggal 29 Desember 2022, namun PT.MJA Pekan Baru tak mampu mengerjakan proyek pembangunan gedung TIC 100 Persen.

BACA JUGA : Pemilu 2024 Semakin Dekat, H.Delpis, SE. Dt.Majo Indo Mendaftar ke DPC PPP

Hal ini terungkap, ketika Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian melakukan Sidak (Inpeksi mendadak) ke Komplek Istano Basa Pagaruyung, Jumat (30/12/2022).

Kepala Dinas Parpora Tanah Datar melalui Kabid Pariwisata Efrison, SE ketika dikonfirmasi www.sabanakaba.com membenarkan, jika ada tiga proyek yang dikerjakan tiga kontraktor berbeda di Komplek Istano Basa Pagaruyung.

Proyek pertama menyangkut dengan penataan kembali Pincuran VII yang dikerjakan oleh CV.Cipta Bangun Persada Solok senilai Rp.1.656.000.000,- dan kedua pengerjaan pagar Istano Basa Pagaruyung yang dikerjakan oleh CV. Legumer Batusangkar senilai Rp.559.999.906,-

“Alhamdulillah kedua proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai dengan perjanjian kontrak antara kontraktor bersangkutan dengan pihak Pemkab Tanah Datar,” kata Efrison yang juga sekaligus sebagai PPTK pengerjaan proyek tersebut.

Lebih lanjut Kabid Pariwisata mengatakan, proyek yang bermasalah terkait pengerjaan pembangunan gedung TIC (Tourist Information Centre atau Pusat Informasi Wisata) yang dikerjakan oleh PT Muara Jaya Abadi Pekan Baru dengan nilai proyek Rp.1.500.632.380,-

Menurut Efrison, seharus pengerjaan gedung TIK ini sudah selesai Kamis 29 Desember 2022, tetapi kenyataan PT bersangkutan baru bisa merampungkan pekerjaannya sekitar 90 persen dan madih tersisa 10 persen.

“Sesuai dengan aturan yang berlaku, pengerjaan proyek dapat diperpanjang selama 50 hari kerja, jika kontraktor terkait menyanggupi dengan surat perjanjian. Perpanjangan ini tentu dengan resiko denda Rp.1,5 juta perhari dan itu disanggupi oleh kontraktor,” tutur Efrison.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here