SABANA KABA, Tanah Datar–Camat Sungayang Narti, S.STP mengatakan, perencanaan yang dibuat dengan secara sinergi dan harmonis serta saling menunjang merupakan salah satu kunci sukses dan lancarnya pembangunan di sebuah Nagari.
BACA JUGA : Mulai Resahkan Masyarakat, Musnag Padang Magek Fokus Masalah Rentenir dan Kenakalan Remaja
“Kemudian kami juga mengapresiasi yang disampaikani pak wali tadi, semenjak dilantik dulu bulan November 2023, berarti sampai sekarang kurang lebih 8 bulan berdinas, tapi kami menilai pak wali sudah menguasai jalannya pemerintahan dan alur pemerintahan di nagari mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai tujuan-tujuan nanti kedepannya,” kata Camat Narti dalam acara Musnag Tanjung, Selasa (25/06/2024).
Dikatakan, kami apresiasi itu sebagai mitra dengan Camat, karena Nagari Tanjung selalu berkoordinasi dengan baik dengan kami. “Terima kasih pak wali, kemudian dalam Musnag ini sudah ada agenda rutin nagari setiap tahun wajib melaksanakan Musnag untuk menentukan dan merencanakan apa yang akan dilaksanakan Nagari tahun 2025,” tambah Camat.
Ia menyebut, dalam dokumen RKP nanti itu kewenangan nagari dan di sini juga usulan kita dalam Musnag yang bukan kewenangan nagari, kita rangkum dalam DURKP yang akan menjadi bahan Musrenbang di kecamatan tahun depan untuk perencanaan pembangunan tahun 2026 di Nagari Tanjung.
“Bisa jadi nanti usulan Bapak Ibu itu merupakan kewenangan kabupaten, provinsi bahkan mungkin pusat sesuai dengan mua yang dibutuhkan, bukan keinginkan Bapak Ibu, yang dibutuhkan Nagari yang terasa usulkan dalam Musnag ini, nanti dikelompokkan sesuai bidang dan sesuai kewenangan,” tutur Camat Narti.
Menurut Narti, musnag ini esensi penting bagi sebuah nagari untuk melihat tahun depan nagari kita mau seperti apa tahun depan, nagari kita melakukan apa tahun depan, pemberdayaan kita fokus kemana, disinilah tempat kita untuk meramunya untuk dilaksanakan tahun depan.
Sebelumnya Wali Bagari Tanjung Ridwan Amri, AMD dalam penyusunan RKP kita perlu memprioritaskan jalan buntu, jalan jangan sampai putus dan harus tersambung agar nasyarakat tidak kesulitan dalam membawa hasil pertanian.
“Jalan Sawah Lowe yang selama ini tidak pernah tembus, mari kita carikan solusinya agar jalan bisa tersambung dengan lainnya,” kata Ridwan Amri memberikan contoh.
Ia juga menyampaikan masalah Stunting yang terus meningkat, dari 7 anak hingga menjadi 13 anak di Nagari Tanjung, sehingga wali nagari diundang ke kabupaten dan Provinsi, hanya untuk membahas masalah stunting yang terus meningkat tajam. Musnag Tanjung dibuka secara resmi oleh Ketua BPRN Yori Firmansyah.(WD)






























