Istilah “warung kelambu” (disingkat warkel) menjadi diksi yang kemudian digunakan oleh para wartawan setiap bulan Ramadhan, saat menulis berita tentang maraknya warung makan yang tetap melayani orang yang
tidak berpuasa.
Wartawan era 2000-an mungkin banyak yang tidak
tahu bahwa istilah warung kelambu ini lahir dari Batusangkar,
tahun 1987.
Diancam Parang, Digoda Amplop
Dalam dinamika kerja jurnalistik, saya beberapa kali menghadapi tantangan yang ngeri-ngeri sedap ketika menggali informasi, mengonfirmasi, atau melakukan check and recheck, baik dari pejabat pemerintah maupun swasta,
mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Sekitar tahun 1989, saya pernah ditunggu sambil dipersenjatai parang oleh seorang oknum kepala desa. Peristiwa itu terjadi di ruang kerjanya saat saya datang untukmengonfirmasi dugaan penyalahgunaan dana pembangunan
desa (bangdes).
Begitu saya duduk di depannya, sang kades langsung mengeluarkan parang dari bawah meja dan meletakkannya di atas meja. Nyali saya sempat ciut. Namun, saya tidak kehilangan akal. Dengan tenang saya berkata:
“Kalau Anda tidak mau dikonfirmasi dan malah mengancam saya dengan parang, berarti Anda minta diborgol hari ini juga. Karena saya datang ke sini bersama intel yang sekarang berada tidak jauh dari kantor ini.”
Mendengar ancaman saya, sang kades langsung pucat pasi, gemetar ketakutan, meminta maaf, dan buru-buru menyimpan kembali parangnya.
Untuk pejabat tingkat kabupaten, tantangannya bukan parang, melainkan amplop tebal berisi uang.
Saat saya melakukan check and recheck atas sebuah kasus, saya
pernah disodori amplop semacam itu, diiringi ucapan manis: “Mohon diterima, sebagai tanda kita bermitra.”Setiap kali menghadapi situasi seperti itu, saya selalu berusaha mengedukasi para pejabat tersebut. Saya tekankan bahwa kemitraan antara pejabat dan wartawan harus dibangun atas dasar profesionalisme dan integritas.
Wartawan dan pejabat seharusnya bermitra demi menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik. Semua itu hanya akan terwujud jika wartawan bekerja secara profesional, dan pejabat
menjalankan tugasnya dengan penuh integritas.(Bersambung)






























