Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar (8), Rafinos: Hobby Menulis Yang Tersalurkan

0
37

Berbagai usaha telah aku coba mulai dari dagang dan usaha lainnya sampai terakhir aku mencoba jadi sopir Biskota selama lebih kurang 1.5 tahun disamping ikut bergabung dengan beberapa koran mingguan di ibu kota dan akhirnya aku putuskan pulang kampung dan menikah dipertengahan tahun 1997.

Terjerembab didunia Jurnalis

Awal mula mengenal ilmu Jurnalistik secara tak sengaja, meskipun dari dulunya masa-masa sekolahan baik dari jenjang SD sampai SLTA memang hobby menulis dan mengarang baik berupa cerpen dan puisi dan pelajaran yang paling disukai adalah mata pelajaran bahasa Indonesia.

Pelajaran ini  nilainya selalu teratas dimata pelajaran tersebut dan seringkali hasil tulisanku berupa cerpen dan puisiku dipakai sepupuku dan teman-temannya yang merupakan murid SMA 1 Batusangkar dan rutin juga nangkring di Nading sekolahku qaktu itu.

Waktu itu sekitar tahun 1996 ketika pulang kampung dari perantauan di Jakarta menengok orang tua dan bertepatan dengan adanya kegiatan pelatihan Jurnalistik kerjasama Deppen dengan Ormas Pemuda Pancasila dibawah pimpinan Sutan Sahril Amga yang juga wartawan senior pada waktu itu di setiap kecamatan.

Awalnya aku iseng-iseng saja ikut kegiatan tersebut bersama beberapa utusan dari setiap Desa untuk mengisi waktu selama dikampung, meskipun hanya dibekali ilmu dasar Jurnalistik tapi sangat membekas dan mengasyikkan sehingga klop lah dengan hobby menulisku dan aku termasuk dari beberapa orang yang ikut pelatihan Jurnalistik berikutnya tingkat kabupaten.

Diakhir masa pelatihan tingkat kabupaten yang dilaksanakan di salah satu ruangan kursus Palapa milik pak Zulkifli Bahri dipusat kota Batusangkar beberapa hari yang diakhiri dengan mengunjungi beberapa redaksi koran terkemuka di Sumbar waktu itu seperti Harian Singgalang, Haluan dan koran Semangat.

Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kesibukkan proses dari penebitan koran. Jebolan pelatihan Jurnalistik waktu itu diarahkan untuk bergabung dengan koran-koran tersebut dan saya bersama beberapa rekan-rekan lainnya bergabung dengan koran harian Semangat sebagai Kontributor dibawah komando M.Syukur dengan kantornya di Sigarunggung.

SELANJUTNYA HAL. 3