Kunjungi RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar, Wamenkes Dukung Pengembangan Layanan Jantung

0
74

SABANA KABA, Tanah Datar – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar Rabu, (13/5).

Dari pantauan Wamenkes mengunjungi ruang CT scan dan bangunan sedang dalam pengerjaan yang nantinya bakal dijadikan Cath Lab (Catheterization Laboratory) yaitunya ruang tindakan untuk prosedur kateterisasi jantung baik diagnosis maupun intervensi seperti pemasangan ring jantung.

Direktur RSUD M Ali Hanafiah, Nurman Eka Putra, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan agar pemerintah pusat mengetahui secara langsung kebutuhan fasilitas kesehatan di daerah.“Tadi pak Wamen keliling ke beberapa fasilitas di RSUD M Ali Hanafiah agar pak Wamen paham apa kebutuhan kita di daerah yang bisa dibantu,” ujarnya.

Nurman menjelaskan, untuk fasilitas Cath Lab, pihak rumah sakit telah memiliki gedung, sementara alat kesehatan nantinya akan diperoleh melalui hibah dari Kementerian Kesehatan.“Untuk Cath Lab ini gedung sudah kita punya, sementara alatnya ada hibah dari Kemenkes,” kata dr Nurman.

Hanya saja kata Direktur Nurman, untuk sumber daya manusia (SDM) atau dokter spesialis untuk penanganan penyakit jantung di Kabupaten Tanah Datar belum mencukupi termasuk di Sumatera Barat masih sedikit.

Namun dalam pertemuan bersama Wamenkes tadi, Wamenkes telah berkomunikasi dengan pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang terkait memberikan dukungan tenaga spesialis ke Tanah Datar.“Tadi komunikasi pak Wamen dengan Dirut M Djamil, nanti ada salah seorang spesialis dari M Djamil bisa reveral ke Tanah Datar,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang penderita penyakit jantung ketika menjawab pertanyaan media ini mengatakan, RSUD MA.Hanafiah Batusangkar memang sudah seharusnya memiliki dokter sepesialis jantung dari pegawai RSUD sendiri dan dilengkapi dengan peralatan yang memadai.

BACA JUGA : Curah Hujan Cukup Lama, Sejumlah Nagari di Tanah Datar Dilanda Banjir dan Longsor

“Selama ini kita mendapat pelayanan hanya sekedar obat makan, sedangkan yang terkait dengan IKG dan Eko atau periksa komputer boleh dibilang sangat jarang sekali dilakukan. Apalagi, kita masih mendatangkan dokter spesialis dari luar, jelas waktunya sangat terbatas sekali,” tambahnya.(WD)