Masker Langka di Pasaran, Kadis Dikbud Himbau Organisasi Guru Berikan Bantuan

0
740

Sabana Kaba, Tanah Datar—Kepala Dinas Dikbud Tanah Datar Riswandi menghimbau kepada seluruh seluruh organisasi guru masing-masing K3S SD, MKKS SMP, MI, SMA, MA, SMK untuk dapat menyikapi situasi permasalahan virus corona dengan arif dan bijaksana, terutama dalam pengadaan masker yang semakin langka dipasaran.

Baca juga : Peduli Penanganan Covid 19, Ikatan Istri Partai Golkar Tanah Datar Serahkan Bantuan APD

“Mari kita mencoba berdiskusi tentang usaha pengadaan masker bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan terdekat masing – masing, sehingga mereka terbantu dalam upaya melindungi diri dari penyebaran virus corona,” kata Kadis Riswandi kepada media ini ketika dihubungi lewat whatsappya, Jum’at (3/4).

Cara yang telah dilakukan K3S Kecamatan Lima Kaum sudah sangat tepat sekali, dengan menyumbang kain, lalu menggunting pola dan menjahit sampai membagikannya kepada orang orang yang membutuhkan disekitar kita, terutama anak sekolah.

Mengulas berita K3S Kecamatan Lima Kaum, yang diturunkan media ini sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikasn dan Kabudayaan Tanah Datar mengapresiasi terobosan berani yang telah berhasil menjadi pionir pemberian Masker Penutup Mulut dan Hidung kepada pedagang yang ada di kota Batusangkar secara gratis Kamis kemaren.

“Kiranya, terobosan yang telah dilakukan oleh K3S Kecamatan Lima Kaum tersebut dapat di lanjutkan oleh K3S SD, MKKS SMP, MI, SMA,MA,SMK yang ada di Kabupaten Tanah Datar,” tambahnya.

Dengan kegiatan tersebut, kita dalam memberikan contoh penerapan karakter dalam kompetensi Sosial Guru, sehingga dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sekitar, termasuk para peserta didik yang saat ini tidak diizinkan keluar rumah , kecuali dalam kondisi yang sangat darurat.

Senada dengan itu,Kabid PSD, Mulkhairi saat di hubungi melalui Whatsapp menambahkan, kalau memungkinkan, K3S SD, MKKS SMP, MI, SMA, MA ,SMK bersama para guru dapat bersepakat tanpa ikatan berbagi rezeki dengan pekerja / buruh harian, pedagang kecil, tukang ojek dan lainnya, terutama para orang tua peserta didik di sekolah masing-masingi.(MIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here