Masriadi Martunus : APBD Devisit, Biaya Pemeliharaan Asset Dibayar Dengan Apa

0
213

Sabana Kaba, Tanah Datar—Mantan Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus menilai permintaan asset perumahan tenun dari Kementerian PUPR kepada Pemkab Tanah Datar sebagai kurang tepat, karena proyek dengan nilai Rp.24,- Milyar ini akan memiliki Biaya Pemeliharaan cukup besar sekali, sementara dana APBD devisit.

“Kita mengetahui dana APBD Tanah Datar saat masih dalam kondisi devisit murni, bukan lantaran devisit strategi anggaran, sementara kita masih meminta asset tersebut dilepas kepada Pemkab Tanah Datar,” Masriadi Martunus seputar keluhan Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar Marwan, SE seputar belum diserahkan asset yang dibangun Kementerian PUPR.

Dikatakan, untuk diketahui biaya pemeliharaan suatu asset itu berkisar antara 4 s/d 5 persen pertahun, bayangkan jika nilai asset Rp.24,- Milyar Pemkab Tanah Datar mau bayar dengan apa, karena masih banyak keperluan yang lebih urgen.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperindag Marwan, SE kepada awak media disela-sela kunjungan Ketua Dekranas Pusat Ny. Mufudah Jusuf Kalla mengatakan, asset dari Kementerian PUPR RI ini hingga sekarang belum diserahkan, sehingga Pemkab Tanah Datar tidak bisa membiayai pemeliharaan melalui APBD Tanah Datar dari tahun ke tahun.

“ Akibat dari belum diserahkan asset ini, kita tidak bisa membayar listrik dan air PDAM melalui dana APBD. Seandainya ada yang menggunakan gedung ini, katakalah untuk pelatihan harus membayar sendiri biaya listrik dengan sistem token,” kata Marwan menambahkan.

Menurut Kadis Koperindag, kita sudah tulis surat kepada Kementerian PUPR RI, namun hingga sekarang belum ditanggapi, sementara kita sangat membutuhkan gedung sebagai tempat pelatihan dan penginapan peserta pelatihan.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here