Membalik Album Kenangan, Pria Berbaju Kaos Itu Bernama Uda WD (2)

0
430

Oleh : Ampera Salim

Setiba di kost pulang mandi, saya baca sampai habis. Terakhir di ujung tulisan berita itu ada kode dalam kurung kerawal: (WD/AS). Saya merasa senang dan punya kebanggaan tersendiri. Tulisan saya sampai juga ke Redaksi Haluan, walaupun Uda WD yang membuatnya menjadi sebuah berita.

BACA JUGA : Simpan Dua Paket Sabu, Seorang Pedagang Diamankan Polisi

Setamat SMA sambil kuliah di Padang saya coba coba juga menulis. Tapi tidak menulis berita. Saya hanya menulis cerita cerita adat dan budaya untuk Tabloid Limbago yang diasuh HKR Dt. P. Simulie dan Anwar Thahar yang sering kami panggil Uda Antha.

Karena sering datang ke redaksi, akhirnya Uda Antha menyuruh saya membuat berita. Saya belajar lagi di Limbago kepada Uda Antha, Uda Wardas Tanjung dan Pak Syarifuddin Thaib. Mereka termasuk wartawan senior di Sumbar masa itu di awal tahun 1990-an.

Reformasi datang 1998. Saya sudah bekerja di kantor Gubernur Sumatera Barat pada Direktorat Sosial Politik (Ditsospol). Mungkin karena punya rekam jejak di media dan pemegang kartu PWI, akhirnya pimpinan menarik saya ke Biro Humas.

Suatu kali pada awal tahun 2000-an, saya ditugaskan untuk memberi pelatihan kehumasan ke kantor Bupati Tanah Datar dalam pertemuan Bakohumas. Kabag Humas Tanah Datar Alfian Jamrah memberikan sesi khusus kepada saya dan atasan saya, Almarhum Zulkifli.

Saya terkejut di dalam ruangan itu ada Uda WD sebagai peserta. Depan forum saya perkenalkan diri saya seorang Anak Nagari Padang Magek yang dulu pernah belajar menulis dengan Bapak Wirmas Darwis, demikian nama lengkap Uda WD.

Saya Salami beliau dalam ruangan itu disaksikan puluhan peserta lain. Uda WD tampak tersenyum kepada saya serupa dulu. Seperti belasan tahun sebelumnya.

Sabtu siang, 4 Juli 2020, saya kedatangan pesan dari Uda WD melalui WA: Bantu informasi tentang Covid-19 di Padang Panjang hari ini, Pak Kadis…makasih….

Pesan itu saya jawab dengan mengirimkan berita yang beliau minta.

Setelah itu berita dimuatnya di portal berita sabanakaba.com pakai foto saya selaku Jubir Satgas Covid-19 Padang Panjang. Diiringi dengan ucapan: Mokasi Pak Kadis, lai ingek juo jo ambo….

Saya tersenyum. Saya balas pesannya dengan ucapan: Ba a pulo ndak ka ingek, guru jurnalistik ambo bana, Uda WD ko mah…😄😄😄😄

Saya pastikan Uda WD juga tersenyum. Sebab dia menulis pesan lagi: Ha ha ha… ma tau lupo jo kisah lamo di BW Tanah Datar…

Saya kembali tersenyum dan membalas pesannya: Inshaa Allah…ambo buek caritonyo, suatu kali nanti, Da…..

Dia jawab dengan logo jempol bertuliskan: mantap sungguh…

Itulah kisah saya dengan Uda WD sejak bertemu 33 tahun lalu di BW (Balai Wartawan) Tanah Datar.

Uda WD yang menyemai bibit jurnalistik dalam diri saya. Saya berhutang budi kepada Uda WD.

Semoga Uda WD selalu tersenyum…..(Tamat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here