Mencari Kesibukan di Hari Libur, Tanaman Vanili “Emas Hijau” Cukup Menjanjikan

0
1523

Oleh : Wirmas Darwis, SE

Sabana Kaba, Perkebunan—Ketika Pandemi Covid 19 melanda dunia, termasuk Indonesia, banyak orang kehilangan pekerjaan. Apalagi adanya anjuran pemerintah dalam bentuk Stay at Home ( Tinggal di Rumah) terasa semakin membingungkan, pekerjaan apa yang bisa dilakukan dan bisa menghasilkan uang.

BACA JUGA : Diduga Terlibat Illegal Mining, Oknum Wali Nagari Ditangkap Polisi

Tinggal di rumah, tentu saja bukan diartikan harus makan tidur saja di rumah, tetapi masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Salah satu diantaranya berupa pembudidayaan tanaman vanili, mengingat tanaman sejenis anggrek ini tidak harus ditanam menggunakan lahan atau kebun yang luas, tetapi juga bisa di pekarangan rumah.

Bertanam vanili di rumah dapat menggunakan pot plastik atau polibek, memanfaatkan pipa paralon 2”, jaring kawat, sabut kelapa dan media tanam lainnya seperti cocovid ( serbuk halus kelapa) dan sekam yang sudah disangrai atau direndang.

Berdasarkan keterangan dari petani vanili, untuk satu pot tanaman vanili dapat menggunakan tiga batang bibit, dengan biaya keseluruhan mencapai sekitar Rp.150.000,- untuk satu potnya. Tanaman yang menjalar kepada sabut kelapa yang dibungkus dengan jaring kawat ini akan mulai berbuah setelah dua hingga tiga tahun, tergantung pertumbuhannya.

Ada juga yang bertanya, kenapa harus menggunakan pot dengan media tanam dominan sabut kelapa, kenapa tidak di tanah saja. Para petani vanili menjawab cukup sederhana saja, tujuan menggunakan pot agar dari segi keamanan lebih terjamin. Dengan menggunakan pot, tanaman vanili dapat dipindahkan ketempat yang lebih aman, terutama bila sudah mendekati panen.

Tanaman vanili, memang belum banyak digandrungi petani, mengingat dalam pengelolaannya yang boleh dibilang “sulit-sulit gampang”. Sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang suka yang gampang-gampang saja, meskipun uang yang dihasilkan tidak seberapa. Sementara vanili yang memiliki harga Rp.3,- juta hingga Rp.5,- per Kg belum banyak yang tertarik.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, tanaman vanili memang agak beda dengan tanaman lainnya. Pada tanaman lain, begitu ditanam, dipupuk, disiangi dan dilindungan dari segala macam ternak, kemudian menuggu berbuah.

Tetapi, tanaman vanili tidak bisa begitu saja, tanaman ini termasuk tanaman manja dan perlu sentuhan tangan petani, terutama ketika tanaman vanili mulai berbunga. Vanili butuh tangan manusia untuk mengawinkannya, jika tidak tanaman ini tidak akan menghasilkan buah. Bagaimana caranya, banyak petunjuk yang bisa dilihat di youtube.

Para petani menyimpulkan, kunci utama yang perlu diperhatikan adalah kemauan dan keseriusan. Jika modal ini sudah dimiliki, tingkat keberhasilan Insya Allah pasti dicapai. Dengan kata lain, jika kita serius mengelola tanaman yang sering pula disebut dengan “Emas Hijau” dapat mendatangkan hasil yang cukup menjanjikan.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here