Seputar Mundurnya Irdinansyah, Pengamat Politik Menyikapi Orang Sakit Jangan Maju

0
2579

Sabana Kaba, Tanah Datar--Secara umum pernyataan mundurnya Petahana Irdinansyah Tarmizi dalam kontestasi Pilkada Tanah Datar tahun 2021-2026 dengan alasan kondisi kesehatan merupakan peristiwa biasa, karena secara objektif orang sakit memang tidak boleh dan tidak bisa maju sebagai calon.

BAJA JUGA : Irdinansyah Mundur, Ini Tanggapan Balon Pendamping Richi Aprian

“Secara subjektif memang sebagian masyarakat tidak lagi mengharapkan beliau tampil memimpin Tanah Datar baik karena alasan kesehatan maupun kinerja beliau selama ini,” kata pengamat politik Basrizal Dt. Panghulu Basa ketika menjawab pertanyaan media ini sehubungan dengan mundurnya petahana Irdinansyah Tarmizi sebagai Balon Bupati Tanah Datar, Jum’at (1/5).

Namun demikian, kesadaran, keterbukaan dan kejujuran tentang pilihan sikap politik dalam Pilkada nanti tentu harus kita hormati dan apresiasi. Paling tidak akan membantu menghemat energi sosial dan politik masyarakat Luak Nan Tuo dari isue, rumor politik seputar Pilkada yang tak bermanfaat bahkan kontra produktif.

SAYANG DILEWATKAN : Kesehatan Tak Kunjung Membaik, Petahana Irdinansyah Pilih Mundur

“Tidak majunya Pak Irdinansyah lebih pada pertimbangan dan kepentingan pribadi beliau. Sikap ini disampaikan saat Pemkab. Tanah Datar dan seluruh masyarakat sedang bertarung menghadapi wabah pandemi virus Corona yang trend nya di Tanah Datar makin mengkhawatirkan,” kata Basrizal menambahkan.

Tidak bisa dibantah, perlawanan terhadap Covid-19 di Tanah Datar seperti tak ada komando, protokol kesehatan tak berjalan sebagai mana mestinya. Kasus positif di Nagari Panyalaian menjadi tamparan betapa manajemen gugus tugas tidak berjalan dengan baik, ini tentu tak bisa dipisahkan dari tidak efektifnya kepemimpinan Bupati saat ini di Tanah Datar.

“Kalau pak Irdinansyah jujur dengan kondisi sakitnya yang sudah menahun dan menyadari makin beratnya tugas dan tanggungjawab sebagai Bupati, maka akan sangat terhormat bila beliau mengundurkan diri jadi Bupati atau setidaknya menyatakan cuti dengan menyerahkan tugas, wewenang dan tanggungjawab kepada Wakil Bupati,” tutur Basrizal.

Sisa masa jabatan masih waktu yang berharga untuk mengefektifkan penyelenggaraan penerintahan, khususnya dalam menghadapi wabah virus Corona dan dampak yang ditimbulkannya dengan kebijakan yang lebih cepat, tepat, terukur dan mencapai sasaran.

“Pak Irdinasyah akan jadi pahlawan Tanah Datar jika mundur jadi Bupati tanpa harus menunggu masa jabatan berakhir. Piagam Penghargaan yang telah diraih selama ini cukup sebagai bukti pengabdian terbaik,” katanya.

Berbicara seputar suhu politik saat ini, Basrizal mengatakan sebagai mundurnya Irdinansyah dalam bursa Pilkada tentu saja menggembirakan bagi segelintir rente – kekuasaan-pemburu kekuasaan, karena merasa peluang untuk jadi calon akan semakin besar.

“Optimisme para tokoh untuk maju akan menggunung, konstalasi politik Pilkada akan berubah. Bagi pendatang baru atau penantang baru menghadapi petahana memang sesuatu yang berat, apalagi kalau tidak punya jejak rekam yang mumpuni,” paparnya.

Disisi lain, masalah wabah Corona juga menjadi ujian berat buat para politisi terutama yang sudah menyatakan keinginannya memimpin Tanah Datar. Apakah hanya akan jadi penonton atas kepanikan masyarakat atau mengambil peran untuk menuntun masyarakat agar selamat serangan wabah Virus Corona dengan segala dampaknya. Insya Allah memori masyarakat masih sehat dan mereka tak akan pernah lupa siapa yang hanya menonton dan siapa serius menuntun.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here