Tambang Emas Tanpa Izin, Enam Pelaku dan Satu Unit Excavator Ditangkap Polisi

0
472

SABANA KABA, Jambi–Unit Tipidter bersama Unit opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Sarolangun menangkap 6 orang pelaku Peti dengan menggunakan Alat berat Jenis Excavator Merk Komatsu yang berada di daerah Sungai Batang Rebah Singkut IV Desa Bukit Murau Kec. Singkut Kab. Sarolangun pada Senin (17/1/2022) sekitar pukul 16.00 Wib.

BACA JUGA : Kawasaki dan Tronton Terlibat Kecelakaan, Seorang Mahasiswa Meninggal Dunia

Keenam orang tersebut masing-masing berinisial S (34 tahun), warga Kabupaten Asahan – Sumatera Utara, AB (41 tahun), warga Kabupaten Musi Rawas – Sumatera Selatan, M (46 tahun), warga Limun Kabupaten Sarolangun, P (36 tahun), Warga Musi Rawas Utara – Sumatera Selatan, SP (34 tahun), warga Singkut Kabupaten Sarolangun dan M (31 tahun) Warga Singkut Kabupaten Sarolangun.

Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, S.IK mengatakan, keenam pelaku saat itu baru saja membuka lahan di lahan pribadi milik warga yang terletak di Sungai Batang Rebah Singkut IV Desa Bukit Murau Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun, sedangkan pemilik lahan masih dalam pemanggilan untuk dilakukan Pemeriksaan.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, saat itu para pelaku baru saja membuka lahan dilahan pribadi dan barang bukti salah satunya alat berat jenis Jenis Excavator Merk Komatsu, sedangkan warga pemilik lahan masih dalam pemanggilan penyidik untuk kita periksa” jelas AKBP Anggun Cahyono, S.IK.

Kapolres Sarolangun menjelaskan, belum mengetahui siapa pemilik modal dari kegiatan Peti (Penambangan Emas Tanpa Izin Red.) tersebut, Pihaknya akan akan dalami kasus tersebut dengan memanggil orang orang yang terkait.

“Saat ini kita masih dalami dengan pemeriksaan para tersangka dan saksi saksi lainnya yang terkait” ungkapnya.
Ia melanjutkan, para pelaku Peti telah melanggar UU RI No 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Para Pelaku Peti akan kita kenakan Pasal 158 Jo pasal 35 UU RI No 3 Tahun 2020 dengan ancaman lima tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah” tutupnya seperti dikutip dari Tribrata News Jambi. (SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here