Sabana Kaba, Tanah Datar—Wabup Tanah Datar H.Zuldafri Darma, SH menjelaskan tentang kenaikan Dana Hibah dan Bansos (Bantuan Sosial) tahun anggaran, setelah mendapat sorotan tajam dari berbagai Fraksi DPRD Tanah Datar.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Wabup Zuldafri Darma dalam rapat paripurna dipimpin Ketua Rony Mulyadi, Senin (18/11), menjawab pertanyaan Fraksi Hanura dan Golkar, terkai dengan meningkatnya Dana Hibah dan Bansos yang disampaikan pada Pemandangan Umum Fraksi tentang RAPBD 2019.
Dijelaskan lagi, terkait dengan Dana Hibah mengalami peningkatan mencapai Rp.36,125 Milyar disebabkan tahun 2020 akan digelar Pemilihan Kepala Daerah serta Kabupaten Tanah Datar akan mengikuti Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) Sumatera Barat.
Sementara mencuatnya Dana Bansos Rp. 3,733 Milyar, kata Wabup Zuldafri Darma, akan digunakan untuk operasional panti asuhan,enyandang disabilitas berat keluarga miskin, lanjut usia terlantar keluarga miskin dan bantuan pendidikan siswa dan mahasiswa dari keluarga miskin.
Ironisnya, penjelasan Wabup Zuldafri Darma ini malah bertolak belakang dengan pernyataan dari Kepala Dinas Sosial, Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Yuhardi yang mengatakan, sebanyak 462 PKH (Program Keluarga Harapan) mundur dari penerima bantuan, melalui media lokal di Tanah Datar.
Sehubungan dengan pertantanyaan Fraksi PAN tentang perusahaan pengumpul buah-buahan di Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru yang menyatakan, lokasi usaha di Tanah Datar, tetapi pengurusan izin di 50 Kota, Wabup menjelaskan sebagai akan ditelusuri ke lapangan dan di koordinasikan dengan Pemkab 50 Kota.
Menanggapi pertanyaan Fraksi Demokrat Pendapatan Asli Daerah melalui Istano Basa Pagaruyung menurun setiap tahunnya, Wabup menjelaskan sebagai tidak benar sama sekali, karena PAD melalui objek wisata Istano Pagaruyung malah meningkat setiap tahunnnya, bahkan untuk tahun anggaran 2019 ditargetkan Rp.8,1 Milyar.(WD)






























