Pesona Alam Batu Dindiang, Bupati Eka Putra Buka Talago Kamba Festival II

0
838

SABANA KABA, Tanah Datar—Bupati Tanah Datar Eka Putra berdecak kagum ketika berada di objek wisata Batu Dindiang tempat digelarnya Talago Kamba Festival II Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung, Sabtu (01/07/2023), karena lokasi ini boleh dibilang tidak tertandingi oleh panorama lainnya di Tanah Datar.

BACA JUGA : Ustad H.M.Yasin Al Banteni : Orang Bunuh Diri Tetap Mendapat Siksaan di Akhirat

“Saya cukup salut dengan kreatifitas anak muda dan masyarakat Tabek Patah pada umumnya telah mampu mengemas Produk Unggulan Tanah Datar Satu Nagari Satu Event sedemikian rumah, sehingga sungguh sangat mengesankan sekali,” kata Bupati Eka Putra ketika memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dikatakan, pada Talago Kamba Festival I di Tabek Patah masih segar dalam ingatan kita cukup sukses dan ramai dikunjungi, dengan menampilkan seni budaya setempat. Ketika kegiatan yang sama digelar di Batu Dindiang, ternyata lokasi ini lebih indah dan mempesona.

Diharapkan dengan digelarnya acara ini, kunjungan wisatawan ke Batu Dindiang kedepan terus meningkat, sehingga kawasan ini tidak lagi sekedar mengolah tanaman tebu menjadi gulo saka, tetapi mendapatkan penghasilan dari belanja wisatawan.

Kepala Daerah berharap dukungan dari perantau agar objek wisata Batu Dindiang dapat dikembangkan lagi, terutama dalam meningjatkan sarana dan prasarana, sehingga wisatawan betul-betul berada di Batu Dindiang.

Sebelumnya, Wali Nagari Tabek Patah H.Krisman Dt.Rajo Nan Kayo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Eka Putra dan rombongan yang telah datang membuka secara resmi Talago Kamba Festival II.

“Harapan yang paling besar itu kedepan, bagaimana Pemkab Tanah Datar dapat menambah biaya pelaksanaan, sehingga panitia pelaksana tidak kasak-kaduk mencari dana untuk memenuhi biaya pelaksanaan,” tambah Wali Nagari Krisman sambil melirik kepada Bupati Eka Putra.

Talago Kamba Festival II dibuka secara resmi oleh Bupati Eka Putra ditandai dengan memukul gendang, kemudian dilanjutkan melihat kilangan tebu dan lapak-lapak kuliner yang sengaja menampilkan masakan khas nagari setempat.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here