Berkas Perkara P21, Kasus Mantan Pimpinan DPRD Sijunjung Segera ke Kejari

0
687

Sabana Kaba, Sijunjung— Polres Sijunjung menyatakan berkas perkara dua orang mantan pimpinan DPRD Sijunjung yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penyalahgunaan anggaran belanja rumah tangga pimpinan DPRD Sijunjung tahun anggaran 2018 dan 2019 sudah rampung atau P21.

BACA JUGA : Keroyok Dua Anggota TNI, Berkas Perkara Lima Anggota Moge Diserahkan ke Jaksaan

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sijunjung AKBP Andri Kurniawan S.Ik. M.Hum didampingi Kasubbag Humas Iptu Nasrul Nurdin, Sabtu (7/11).

“Penanganan Kasus Tipikor yang melibatkan dua orang mantan pimpinan DPRD Sijunjung masing-masing WI dan NJ berkasnya sudah lengkap atau P21. Minggu depan, direncanakan Penyidik Tipikor Reskrim Polres Sijunjung akan melimpahkan ke Jaksaan Negeri Sikunjung,” ujar Kapolres Andri Kurniawan seperti dikutip dari TNS.

Ia menyebutkan, berkas-berkas dan dua tersangka segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sijunjung, sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat (3) b, pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP.

AKBP Andry menerangkan, tim Tipikor Polres Sijunjung juga akan kembali fokus melaksanakan penyelidikan terhadap laporan-laporan dugaan korupsi lainnya. Ini adalah bagian dari akuntabilitas kinerja Polres Sijunjung dalam penanganan Kasus Tipikor di wilayah Kabupaten Sijunjung.

Seperti diketahui, Polres Sijunjung menetapkan dua mantan Wakil Ketua DPRD Sijunjung periode 2014-2019 tersebut, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran belanja rumah tangga pimpinan DPRD Sijunjung tahun anggaran 2018 dan 2019.

Keduanya merupakan mantan pimpinan DPRD Kabupaten Sijunjung periode 2014 – 2019. Proses hukum kasus ini telah memakan waktu cukup lama, yakni sejak pertengahan tahun 2019. Penetapan kedua mantan pimpinan DPRD tersebut menjadi tersangka setelah gelar perkara di Polda Sumbar, Jumat (23/7) lalu.

“Proses penyidikan berlangsung cukup lama, karena jumlah saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut sangat banyak yakni mencapai 30 orang, “ tutur Kapolres.

Kedua tersangka “WI” dan “NJ”, diduga dengan sengaja mengambil dan menggunakan anggaran rumah tangga sebesar Rp.15,- juta bagi pimpinan dewan yang memakai rumah dinas, sementara mereka berdua tidak menggunakan rumah dinas tersebut.

Perbuatan keduanya mengakibatkan kerugian negara ratusan juta rupiah, sebab penyalahgunaan anggaran rumah tangga ini berlangsung selama 14 bulan dan 15 bulan. Dalam proses penyelidikan, Polres Sijunjung meminta Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BKPP) Sumbar untuk melakukan audit. Hasilnya didapatkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.(SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here