Buka Musrenbang Nagari Taluk, Wali Nagari Pendi Aswil Angkat Dampak Bencana yang Belum Tuntas

0
43

SABANA KABA, Tanah Datar–Wali Nagari Taluk Kecamatan Lintau Buo Pendi Aswil membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Taluak di los pasar setempat, Rabu (23/09/2026), dalam rangkaian penetapan RKP tahun 2027 dan DU RKP tahun 2028.

Kegiatan Musrenbang tersebut dihadiri Anggota DPRD Tanah Datar Wendri Aswil, Perwakilan OPD Camat Lintau Buo Luthfi, S.Pd, Kapolsek AKP Jondriadi, Babinsa Darwin, Kepala KUA, Kepala UPT, BPRN, KAN, Lembaga Unsur dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari Pendi Aswil mengatakan, akibat bencana tanggal 12 Mei 2026 lalu, sejumlah jembatan dihanyutkan air Batang Sinamar yang meluap. Sarana perhubungan ini masih perlu kita sikapi untuk dibuatkan rencana pembangunannya, karena belum seluruhnya bisa ditanggulangi.

“Dampak bencana ini sangat kita rasakan, walaupun diantaranya Jembatan Tanjung Anau sudah bisa kita lalui. Jembatan ini berbentuk jembatan Balley, Insya Allah cukup memungkinkan dipakai sebagai sarana penyeberangan,” lanjut Wali Nagari Pendi Aswil.

Ia juga memaparkan tentang realisasi kegiatan tahun 2025 dan 2026, baik realisasi maupun yang belum terlaksana. Kesemuanya ini tentu bisa terlaksana berkat kerja sama pihak tetkait, tetutama dalam membamgun nagari ke arah yang lebih baik.

Sementars Camat Lintau Buo Luthfi, S.Pd memberikan apresiasi kepada Pemnag Taluk dan BPRN, karena telah bisa melaksanakan Musrenbang, yang bermula dengan dilaksanakan tahap demi tahap, mulai dari Musnag, dengan merangkum segala aspirasi dari seluruh unsur masyarakat, kemudian dilakukan stunting hingga verifikasi,

Sedangkan Anggota DPRD Tanah Datar Wendi Aswil menyebut, program BKBK (Bantuan Keuangan Bersifat Khusus ) di tahun 2026 tidak bisa dititipkan di Pemerintah Nagari, karena harus dilaksanakan oleh OPD.

BACA JUGA : Mengapung dalam Musrenbang Padang Ganting, Jalan Kabupaten Rajo Dani-Padang Datar Perlu Perbaikan

“Aturan baru ini sebemarnya merugikan terhafap nagari, mengingat jika dana BKBK ini dititipkan di nagari, hasil yang dicapai agak kebih baik, karena ada yang bisa digotongroyongkan,” tutur Wendri Aswil yang berasal dari PDI Perjuagan ini menambahkan.(WD)