Curah Hujan Tinggi, Sebahagian Besar Wilayah Tanah Datar Ditimpa Bencana

0
1261
Kondisi pasca bencana di sekitar jembatan Panti Rambatan

SABANA KABA, Tanah Datar—Sebahagian besar wilayah Kabupaten Tanah Datar ditimpa bencana alam, akibat  curah hujan yang sangat tinggi, Sabtu (11/05/2024) hingga dini hari, sejumlah rumah rusak, sejumlah jembatan serta kerugian harta benda lainnya.

BACA JUGA : Mendaftar ke Partai UMMAT, Ini Harapan Balon Bupati Tanah Datar Richi Aprian

Kalaksa BPBD Tanah Datar melalui Kasi Kedaruratan Dody Susilo kepada www.sabanakaba melaporkan, telah terjadi bencana di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Koto Laweh Kecamatan X Koto. Bencana tersebut mengakibatkan 6 unit rumah rusak, satu diantaranya roboh dan satu unit warung juga roboh serta korban nihil.

Rumah Muslihun alias Mu Simpang Manunggal Lima Kaum Batusangkar

Dampak hujan lebat juga mengakibatkan 1 buah jembatan runtuh & 1 rumah warga hanyut oleh air bah di Sungai Maruok Jorong Sawah Diujuang Nagari Batipuah Ateh Kecamatan Batipuh

Sementara dari Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto Wali Nagari Drs.Afrizal,M.Pd melaporkan, di Jorong Tigo Suku  jembatan Berok Putus Ruas Jalan Pasa Rabaa Batu Banyak- Simpang Sikaladi,  12 buah rumah warga rusak akibat luapan Sungai Batubanyak dengan penghuni 42  jiwa serta kerusakan terhadap jembatan  Batubanyak,  jembatan Arau Ateh dan jembatan Pincuran Dalam.

Sedangkan di Jorong Balai Satu, putusnya jembatan Arau Katiagan, ruas jalan Balai Satu Katiagan-Andaleh,  Banda Bulakan Gadang dan  jembatan Andaleh ruas jalan Balai Satu – Andaleh. Selanjutnya di Jorong Tabu Baraia bencana menimpa  4 buah rumah jumlah jiwa 17 jiwa dan Jorong Hilia Balai bencana menimpa  Jembatan Panca dan   2 buah rumah jumlah jiwa 8 jiwa.

Dody Susilo selanjutnya melaporkan,  akibat tingginya curah hujan di nagari Andaleh Kecamatan Batipuh dari jam 17.00 -22.00 Wib  mengakibatkan turunnya lahar dingin dari Puncak Gunung Marapi, sehingga terputusnya 1 buah jembatan Cubadia penghubung Andaleh dengan Paninjauan dan putus total 2 buah sumber air bersih Pamsimas  Bidak dan Cubadia dengan pemanfaat 630 KK

Selain itu juga putusnya dam penyangga irigasi Banda Surau Lakang, putusnya irigasi Banda Taruko, putusnya irigasi Banda Munggu, putusnya irigasi Sawah Laweh, putusnya irigasi Banda Singkek, putusnya irigasi Banda Sungai Tulang, putusnya irigasi Banda Pantai, putusnya irigasi Banda Kasiak dan putusnya irigasi Banda Guguak.

Selanjutnya, putusnya irigasi Banda Jambu, tertimbunnya sawah masyarakat oleh pasir,batu,kayu lebih kurang 20 Ha, terbawanya gudang heler Surau Baruah oleh lahar dingin, tertimbunnya 6 buah kolam masyarakat,.tertimbunnya rumah masyarakat oleh pasir,batu,lumpur dan kayu-kayuan sebayak 4 buah, rusak beratnya jembatan Surau Baruah, rusaknya sumber  air mushalla Yakin serta rusaknya sumber air masjid Almubarak dan Asasi.

Menurut Dody Susilo, baru sebahagian laporan yang bisa kami sampaikan, karena Tim BPBD bersama intitusi terkait lainnya masih melakukan pendataan di lapangan.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here