Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar (7), Mittiarni: Jadi Wartawan Itu Asyik

0
113

Dalam Surat Kabar Koran Masuk Desa (KMD) Haluan setiap wartawan diberi tugas merepost berita diwilayah tempat bekerja atau tempat tinggalnya, gunanya agar semua desa dapat tercover beritanya untuk ditayangkan dihalaman surat kabar KMD sebayak 8 halaman. KMD Haluan terbit satu kali dalam satu minggu yaitu dihari Kamis.

Bapak Alfian Jamrah Waktu itu adalah Kabag Humas Kantor Bupati Tanah Datar. Beliau sangat disegani karena sangat berkepentingan dengan keberadaan seorang wartawan dimata Bupati, sehingga setiap berita yang terbit disemua surat kabar waktu itu dibawah pantauan bapak Alfian Jamrah selaku Kabag Humas.

Jadi Wartawan waktu itu terasa asyik sekali, sebab sering dapat fasilitas pelayanan lebih ditengan masyarakat dan pemerintahan. Akan semakin asyik ketika sedang ada tamu pejabat daerah yang datang, maka semua wartawan diberi undangan untuk menghadiri.

Disatu ruangan kita berkumpul untuk bisa men berita sesuai visi surat kabar kita masing-masing, setelahnya pulang terima satu amplop berisi uang Rp. 20.000, Wihhh, senang sekali waktu itu sebab gaji guru golongan II/b baru Rp 107.000. Hahahaa….

Apalagi menjelang lebaran Pemda memberikita THR R. 25.000 ditambah sirup,gula dan terpung serta kacang untuk dibuat kacang tojin.widiiiih… serunya… waktu itu…!.Aku sebagai guru waktu itu, tulisan dan beritaku lebih kepada aktifitas Dinas Pendidikan dengan Kepala Dinasnya waktu itu Tamiyus. T.M .S.Pd.

Seiring waktu peraturan mulai banayak berubah, guru sudah mulai dituntut untuk banyak disekolah. Sehingga aktifitas mencari berita mulai berkurang, hobi menulis beritaku lebih mengarah kepada penulisan buku. Hingga saat ini aku telah menulis sebanyak 40 buah buku dengan kategori Antologi dan menulis sendiri, lima buah buku kumpulan Puisi, Cerpen dan Novel. Tulisan ilmiah lebih fokus pada pengembangan ide dan gagasan bidang kependidikan.

Ditambah lagi dengan aktivitas kuliah S.1 dan S.2 telah membawa karierku sebagai guru juga meningkat, biasanya mengajar siswa dalam ruang kelas. Namun sejak tahun 2013 hingga sekarang telah bergerakpada aktivitas mengajar para guru, yaitu dengan menjadi Instruktur, Pemateri.

Nara Sumber dan Motivator dibidang pendidikan, termasuk Pendidikan Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus dalam wadah yang dikenal dengan Unit Layanan Disabilitas bagi Peserta Dididik Penyandang Disabilitas/ Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah umum tingkat SD dan SMP di Tanah Datar.(Bersambung)