Pembobolan ATM Kembali Terjadi, Ini Keterangan Polisi Terkait Modusnya

0
499

SABANA KABA, Riau–Tim Satreskrim Polres Bengkalis kembali mengungkap kasus pembobolan Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melalui modus cukup unik dengan cara mengganjal kartu di Konter ATM, setelah itu berpura-pura sebagai dewa penolong.

BACA JUGA : Selang Tiga Hari, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembunuh Bos Sawit

Kasus ini terungkap atas laporan salah seorang warga Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, yang menjadi korbannya. Ketika itu korban meminta anaknya untuk menarik sejumlah uang disalah satu ATM yang ada di Kecamatan Bathin Solapan.

Dari kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka, Ag, Pa dan Ss. Ketiganya merupakan kompolotan yang sudah dua kali berhasil menggasak uang milik korban yang berada dalam rekening melalui ATM dengan modus mengganjal ATM korban saat masuk ke ATM.

Kasus pembobolan kartu ATM ini cukup unik. Mangsanya adalah korban yang lalai saat hendak bertransaksi di konter ATM. Sehingga ketiga tersangka ini berperan berpura-pura sebagai penolong, padahal saat korban memasukkan kartu ATM di konter, lubang kartu sudah diganjal, sehingga korban tidak bisa melakukan transaksi.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, Senin (15/11/2021) melalui siaran persnya mengatakan, kasus ini sudah dua kali terungkap di Mapolres Bengkalis.

Dalam kasus ini, sambung AKBP Hendra, menurut cerita korban, salah seorang anaknya diminta untuk menarik sejumlah uang menggunakan kartu ATM Bank Mandiri. Namun, saat berada di konter ATM setempat, anak korban tidak bisa bertransaksi.

Tiba-tiba salah seorang pelaku menghampiri dan berpura-pura untuk menolong. Namun saat itu pula. Kartu ATM milik anak korban sudah ditukar dengan kartu ATM yang saldonya kosong direkening dengan model atau bentuk cetakan yang sama.

Korban pun tak sadar saat kartu ATM kosong itu sudah berada ditangannya. Ia pulang dan mengadukan kepada orang tuanya, jika kartu ATM tidak bisa digunakan. Penasaran, orang tua korban berusaha mengecek saldo dari Aplikasi Livin By Bank Mandiri, ternyata kartu ATM-nya kosong dan bukan kartu ATM miliknya.

Tanpa disadari, kartu ATM asli miliknya sudah berpindah tangan ke tiga pelaku. Sehingga orang tua korban kembali menanyakan kepada anaknya. Hari itu juga anak korban menceritakan peristiwa yang dialami. Curiga akan modus yang disampaikan anaknya itu, korban Selasa 26 Oktober 2021, mengecek saldo rekeningnya ke Bank

BERSAMBUNG KE HAL.2 :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here