Satu Nagari Satu Event Tersandung Anggaran, Dikhawatirkan Progul Berubah Jadi Progal

0
557

SABANA KABA, Tanah Datar—Kegiatan tahunan Satu Nagari Satu Event yang digadang-gadang Pemkab Tanah Datar sebagai Progul (Program Unggulan) diperkirakan bakal tersandung efisiensi anggaran, karena hampir berakhir bulan Mei 2025 masih belum ada tanda-tanda bakal dilauching pelaksanaannya tahun 2025.

BACA JUGA : Sedang Menunggu Pembeli Sabu, Seorang Pria Dibekuk Polisi di Belakang Terminal Bareh Solok

Beberapa nagari ketika di monitor media ini juga sangat pesimis dapat melaksanakan event bergengsi yang menjadi kebanggaan tersebut. Salah satu faktor tak mungkin dilaksanakan Satu Nagari Satu Event jelas memyangkut dengan anggaran, mengingat setiap pelajsanaan membutuhkan dana sekitar Rp.150,- juta, sedangkan bantuan dari Pemkab Tanah Datar sangat sedikit sekali.

Wali Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Tanjung Emas Fuadi Ulum, S.IP yang termasuk sukses mekaksanakan Satu Nagari Satu Event tahun sebelumnya, tahun 2025 juga bajal tidak melaksanakan event tersebut, dengan pertimbangan dana tidak mendukung.

“Pelaksanaan Satu Nagari Satu Event ini bisa mencapai Rp.150,- juta, tergantung besar kecilnya kegiatan yang bakal digelar.Bila dilihat APB Nagari jelas tidak mendung, sementara perantau meskipun belum dihubungi, namun kehidupannya juga tidak sebaik tahun sebelumnya,” ujar Fuadi Ulum dengan senyum khasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Padang Ganting Harmansyah dengan nada yang sama juga bakal tidak akan melaksanakan Satu Nagari Satu Event. “Dengan kondisi anggaran semacam ini mana kita melaksanakan kegiatan itu.

Namun demikian, sejumlah pemuda juga bertekad akan melaksanakan kegiatan dengan judul Sumarak Budaya Tuan Kadhi Padang Ganting. Jika kegiatan Satu Nagari Satu Event dilakukan di lapangan sepakbola Guguak Pinang Bulek, maka kegiatan ini direncanakan di objek wisata Bukik Pagie.

Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Riswandi sebelumnya ketika ditanya media ini juga mengakui kegiatan Satu Nagari Satu Event tahun 2025 tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, karena adanya efisiensi anggaran oleh pemerintah.

Salah seorang pengamat wisata di Batusangkar mengatakan, seandainya Satu Nagari Satu Event tidak banyak diikuti nagari se kabupaten Tanah Datar, seperti sebelum Pilkada Tanah Datar, kita khawatir Progul atau Program Unggulan berubah menjadi Progal atau Program Gagal.(WD)