Save Maninjau, Pemcat Tanjung Raya Singkirkan 24 Keramba Jala Apung

0
226

Agam, (SK)—Upaya Pemcat (Pemerintah Kecamatan) Tanjung Raya Kabupaten Agam dalam bentuk program “Save Maninjau” atau penyelamatan danau Maninjau semakin terlihat nyata. Tidak kurang dari 24 petak Keramba Jaring Apung (KJA) yang sudah afkir disingkirkan dari permukaan danau, Sabtu (23/6).

Kegiatan dalam rangkaian pembersihan danau ini mulai dilakukan Pemcat, Forkopimca dan masyarakat, memanfaatkan tenaga goro massal yang dijadwalkan berlangsung selama sebulan, Hari pertama goro massal Sabtu dilakukan pembersihan sebanyak 24 petak KJA di wilayah nagari Sungai Batang.

Camat Tanjung Raya, Handria Asmi yang memimpin goro massal rutin kepada wartawan mengatakan, goro yang melibatkan masyarakat, pemuda, pemerintah nagari dan unsur Forkopimca Tanjung Raya itu, merupakan tahapan program pembersihan yang disepakati bersama masyarakat dalam rangkaian program Save Maninjau.

“Pada goro massal yang dimulai Sabtu ini, ditargetkan untuk membersihkan KJA yang tidak dipakai atau sudah afkir untuk dievakuasi ke daratan,” kata Camat Handria Asmi menambahkan.

Dijelaskan, program goro massal kerjasama ini akan digelar secara marathon sampai bulan Juli 2018. Khusus untuk Senin, (25/6) goro akan dilanjutkan di wilayah nagari Koto Kaciak, Tanjung Raya.

Kegiatan goro berukutnya, selain memanfaatkan tenaga goro yang ada juga akan diperkuat oleh berbagai lembaga daerah lainnya, dijadualkan akan ambil bagian dalam program pembersihan danau Maninjau tersebut, termasuk IPDN Baso.

“Alhamdulillah, dalam pelaksanaa goro sepanjang Sabtu, puluhan masyarakat ambil bagian dalam goro tersebut, walau dalam suasana hujan lebat, 24 petak KJA berhasil dibersihkan dari danau Maninjau,” kata Camat mengakhiri keterangannya seperti dikutip dari kaba12.co.id.(sk.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here