Meskipun Sudah 75 Tahun Indonesia Merdeka, Jalan Pasilihan-Sulit Air Masih Memprihatinkan

0
391

Laporan : WIRMAS DARWIS, SE

Semulanya Cru Sabana Kaba hanya sekedar ingin melihat warga menjual durian di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, setelah ziarah kubur dari Nagari Talawi Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto melewati Polam Tore Jorong Koto Alam Nagari Padang Ganting, namun karena yang dicari tak ketemu, disepakati untuk melanjutkan perjalanan ke Sulit Air.

BACA JUGA : Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Amankan 4,77 Gram Sabu dari Pelaku

Sebelum menuju Nagari Sulit Air yang lebih dikenal dengan Gunung Merah, kita sempat bertanya kepada pak sopir yang datang dari Pasilihan tentang kondisi jalan yang bakal dilalui, karena rombongan belum pernah menempuh jalan tersebut.

“Jalan ke Sulit Air, kalau dibilang bagus ya enggap pak, karena beberapa ruas jalan masih banyak yang agak parah, namun masih bisa dilalui. Jangan mobil bapak yang cukup tinggi, mobil saya saja yang rendah begini masih bisa melewatinya,” kata pak sopir yang mengemudikan Suzuki Karimun ini melempar seulas senyum.

Dengan bekal informasi tersebut kita coba melanjutkan perjalanan, walaupun sempat was-was, mengingat jalan dari Padang Ganting yang semulanya mulus, ternyata ketika sampai diperbatasan dengan Nagari Pasilihan jalan yang ditempuh sudah mulai tak karuan, sebahagian besar menelusiri jalan dengan hanya dikeraskan sirtu.

“Walau kurang mulus, namun secara perlahan-lahan bisa ditempuh. Kalaupun kita terpaksa ekstra hati-hati, tetapi cukup memungkinkan untuk mencapai tujuan,” tutur sang driver sabanakaba.com yang masih muda dengan percaya diri.

Menempuh jalan Pasilihan-Sulit Air ini, kadang-kadang juga sempat mendebarkan, karena selain jalan yang cukup memprihatinkan, juga sangat sempit. Jika ketemu sesama kendaraan roda empat harus dicari badan jalan yang agak lebar. Untung saja, selama dalam perjalanan hanya ketemu dua mobil di jalan.

Dalam kondisi melewati jalan memprihatinkan dan penuh was-was ini, ternyata masih ada suatu kebahagian tersendiri. Dalam situasi mendaki dan menuruni lembah, agak terhibur juga dengan keindahan alam yang cukup mengasyikkan. Sejauh-jauh mata memandang yang kelihatan hanya perbukitan hijau berlapis-lapis.

“Agaknya inilah suatu kebahagian tersendiri bagi penggemar adventure atau petualangan yang mencintai keindahan alam ciptaan tuhan,” kata salah seorang peserta perjalanan nyeletuk dari belakang sopir.

Berbicara tentang jalan yang masih memprihatinkan, meskipun sudah lebih 75 tahun Indonesia Merdeka, agaknya perlu menjadi pemikiran bagi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Solok terpilih, karena Pasilihan juga bagian dari wilayah Bupati Epyardi Asda yang juga mendambakan lancarnya transportasi menuju Kantor Bupati di Kayu Aro.

“Sehubungan dengan ruas jalan menuju Padang Ganting sudah mulus, barangkali ini pula yang membuat warga Pasilihan di hari Rabu, hari pasarnya Padang Ganting untuk berbelanja keperluan sehari-hari, ketimbang ke Pasar Singkarak atau Sumani atau Solok,” kata cru sabanakaba.com yang mencoba berandai-andai.

Perjalanan panjang mendaki bukit menuruni lembah ini sedikit terhibur, ketika menyaksikan lahan tanaman naga di kawasan Tangah Padang Nagari Kacang, karena warga setempat sedang gencar-gencarnya mengembangkan tanaman buah yang memiliki kulit dan isi merah tersebut.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here