Untuk Jadi Renungan, OTT Koperindag dan Sutami 8 Kali Jadi Menteri Tetap Miskin

0
1028

Oleh : Wirmas Darwis, SE

Sabana Kaba, Tanah Datar—Ketika mendapat khabar Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar MW terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) saya betul-betul terenyuh dan sangat prihatin sekali, karena sosok yang dikenal semenjak masih duduk dibangku SMEA serta merangkap penjaga Kantor Bappeda dan Balai Wartawan mendapat musibah semacam itu.

Semulanya, saya tidak akan menurunkan di sabanakaba.com ini dengan berbagai pertimbangan seperti pernah sama-sama wartawan Haluan, pernah menjadi atasan di Dinas Budparpora, sama-sama almamater UMMY (Universitas Mahaputera Muhammad Yamin) serta sama-sama urang sumando Padang Ganting.

Namun, ketika membaca tulisan tentang Ir. Sutami pada tautan teman di facebook, tergerak juga hati untuk menulisnya, walaupun sifatnya edukasi atau kalau boleh meminjam istilah Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi “Ini merupakan sebuah pembelajaran bagi ASN.

Dalam tulisan tersebut dituliskan, selama delapan kali Ir.Sutami di lantik Jadi menteri, tetapi hidupnya tetap saja miskin karena dirinya Jujur dan sangat mengerti tentang Siksaan di Akhirat.
Ir. Sutami adalah Menteri Pekerjaan Umum yang menjabat selama 4x sejak tahun 1965 s/d1978.

Sejumlah proyek besar atau lebih populer sekarang dengan sebutan Mega Proyek berada dibawah pengawasannya. Dari sejumlah proyek raksasa tersebut diantaranya Gedung DPR, Jembatan, Semanggi, Waduk Jatiluhur serta Bandara Ngurah Rai.

Saking antusiasnya penulis terhadap yang bersangkutan, disebutkan dalam tulisan itu Sutami adalah satu satunya menteri yang paling termiskin di bumi ini sampai hari kiamat nanti, karena Sutami adalah manusia yang langka, berpengetahuan, Jujur dan Amanah.

Jika hari lebaran tiba, para tamu pun bersilaturahmi. Namun betapa terkejutnya mereka saat menginjakkan kaki di rumah Menteri Sutami. Bukan kemewahan yang ada, namun rumah sederhana yang atapnya bocor di mana-mana.

Padahal sebagai pejabat negara yang menangani proyek-proyek besar, Menteri Sutami bisa saja hidup bergelimang kemewahan. Contohnya menteri menteri dan Gubernur sekarang Ini semuanya memiliki rumah mewah, mobil mewah dari hasil di luar Gaji karena mereka tidak memiliki sipat Jujur dihatinya.

Sosok Sutami ini Sangat pendiam dan sederhana. Rumahnya beralamat di Jl. Imam Bonjol, beliau membeli rumah secara mencicil dan baru lunas menjelang pensiun. Tak pernah ia menggunakan fasilitas negara di luar pekerjaannya. Saat pensiun, semua ia kembalikan, termasuk mobil dinasnya.

Seorang pengusaha pernah ingin memberinya mobil karena tahu mobil dinas Sutami akan dikembalikan. Namun sang Menteri menolak dengan halus. Ia memilih meminta diskon sedikit dan membayar mobil itu.

Sebagai Insinyur Sipil, Lulusan Institut Teknologi Bandung, ia sangat menyukai pekerjaan lapangan. Wartawan kerap memanggilnya ‘Menteri yang tidak punya udel’. Sutami mampu jalan kaki puluhan kilometer untuk meninjau daerah terpencil. Jika ada ojek, ia naik. Jika tidak ada, maka menteri sederhana ini akan berjalan kaki hingga bertemu masyarakat sekitar. Dialah satu satunya menteri sepanjang zaman sebagai orang yang paling Terjujur dan mengerti tentang Akhirat.

Seandainya kerabat kita MW menteladani Sutami, tentu ia tidak akn berurusan dengan polisi sekaligus menghuni hotel Pordeo. Namun kesemuanya itu tidak terlepas dari kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Yang jelas ini juga termasuk salah satu tugas bagi unsur pimpinan di Pemkab Tanah Datar, bagaimana upaya melakukan pembinaan dan pencerahan terhadap bawahan agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here