Kiprah Wartawsn Mesin Ketik Tanah Datar (3), Elfiardi, SH: Wartawan Perjuangan Idealis

0
43

Cerita lain yang juga masih saya ingat adalah liputan tengah malam terhadap kasus pembunuhan yang baru saja terjadi ketika itu. Sekitar pukul 21.00 Wib saya dikabari oleh seorang teman anggota Buser Polres, kalau telah terjadi peristiwa pembunuhan dan saat itu korban sudah berada di UGD Rumah Sakit.

Mendapatkan bahan berita yang cukup menarik itu, saya langsung menghubungi Koordinator Liputan (KL) untuk meminta Tim Redaksi menunda jadwal cetak koran malam itu. Ditengah untai gerimis saya berkendara membelah kepekatan Batusangkar malam itu menuju UGD RS. Ali Hanafiah.

Di UGD saya lihat kerumunan Masyarakat dan keluarga korban cukup sesak di depan pintu masuk, sehingga cukup sulit bagi saya menerobos menuju ruang UGD, namun berkat panduan salah satu rekan dari Satreskrim saya berhasil menuju ranjang tempat jenazah korban di baringkan.

Dengan berbekal sebuah kamera digital mini yang mega pixelnya antah berantah sayapun mengarahkan jepretan ke jasad korban, namun alangkah kagetnya saya ketika itu, diatas ranjang RS saya melihat terbaring sesosok pria yang lehernya menganga lebar, diperkirakan akibat tebasan benda tajam dan disekitar kepala korban ada genangan darah.

Duk..jantung saya seolah berhenti berdetak dan kaki gemetar, demi melihal pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya seumur hidup saya. Lagi-lagi profesionalitaslah yang menguatkan saya, walau tidak ada paramedis atau polisi di ruang bersekat kain putih itu, sendiri saya mengambil foto dari berbagai sisi, meski saya sadar koran tidak akan menampilkan foto sevulgar hasil jepretan saya, karena jelas akan melanggar kode etik.

Di Rumah Sakit yang sama, saya juga pernah mengambil foto untuk bahan pemberitaan, sesosok mayat Perempuan tanpa kepala yang diduga korban pembunuhan di pulau Jawa. Jasad korban yang terbungkus karung itu diturunkan dari Bus AKDP jurusan Jakarta – Medan di sebuah Rumah Makan perhentian bus dipinggir Danau Singkarak.

Saat jasad korban di jepret, kondisinya begitu menyedihkan, membengkak dan menimbulkan bau yang tidak enak. Karena baru kali ini bertemu mayat yang telah membusuk, perut saya langsung mual dan seolah diaduk-aduk ketika itu.Menjadi wartawan dengan misi koran Kriminal dan peristiwa sungguh menyisakan kenangan yang begitu sulit dilupakan.

Akhir Dari Sebuah Episode Profesi

Walau sangat menyukai dunia jurnalistik, namun takdir hidup berkata lain. Tahun 2011 setelah 12 tahun bergelut di dunia kewartawanan, nama saya harus keluar dari Kotak Redaksi media cetak, Keputusan ini saya ambil karena tidak mungkin saya menjalankan dua profesi yang berbeda diwaktu yang sama.

Sebab sejak tahun 2006 saya telah lulus sebagai PNS di Kabupaten Tanah Datar dan sejak saat itu pula saya mempertimbangkan untuk mundur dari dunia jurnalistik, namun karena satu dan lain hal, baru terwujud di tahun 2011, hanya selang beberapa hari setelah saya bersama rekan-rekan wartawan Tanah Datar pulang dari studi banding ke Malaysia.

Di tahun 2011 pula aktivitas saya makin padat karena diberi amanah oleh Pemuda Kabupaten Tanah Datar selaku Ketua Umum DPD KNPI Kabupaten Tanah Datar. Keluar dari jajaran Redaksi sebuah media cetak bukan berarti saya melupakan dunia kewartawanan, beberapa kali saya masih menulis feature di media online.(Bersambung)