Kiprah Wartawsn Mesin Ketik Tanah Datar (3), Elfiardi, SH: Wartawan Perjuangan Idealis

0
41

Sekitar bulan Juli 2002, terjadi peristiwa memilukan yang sempat mengoyak ketenangan Kabupaten Tanah Datar. Dalam kejadian ini dua orang warga tewas dan tujuh orang lainnya luka-luka termasuk diantaranya Danramil Tanjung Emas.

Selain korban jiwa juga terjadi pembakaran Gedung milik pemerintah di Mapolsek Tanjung Emas. Untuk memulihkan situasi Kamtibmas setelah kejadian, Polda Sumbar menempatkan Pasukan Brimob bersenjata lengkap di sejumlah titik pada lokasi kejadian, situasi benar-benar menegangkan ketika itu ditambah lagi ruas jalan Pagaruyung menuju Mapolsek Tanjung Emas di nagari Koto Tangah di blokir aparat.

Ditengah situasi yang menegangkan itu saya malah mendapat perintah darurat dari Koordinator Liputan, bagaimanapun caranya saya diharuskan masuk ke area yang diblokir aparat, dengan satu tujuan mendapatkan Gambaran pandangan mata kondisi Mapolsek Tanjung Emas dan sebuah aula yang terbakar serta dilengkapi dengan foto-foto Lokasi kejadian.

Mendapat perintah penuh resiko ini, membuat perasaan campur aduk antara menaikkan bendera putih sebagai pernyataan tidak sanggup disatu sisi, dengan tanggung jawab terhadap profesi dan pekerjaan disisi lain.

Wartawan juga manusia, ada perasaan cemas ketika itu, muncul pemikiran, jangan-jangan kedatangan kita selaku wartawan disalahartikan oleh aparat lapangan yang memang dalam kondisi siaga penuh, kegentaran dihati kian menjadi mengingat saat itu istri saya lagi hamil tua menunggu kelahiran buah hati pertama kami.

Pada puncaknya profesionalitas mengalahkan segalanya, meski sejumlah kawan-kawan wartawan menolak untuk ikut, saya memberanikan diri menembus blokade menuju lokasi kejadian, agar makin percaya diri saya sengaja tidak berkendara sendiri tetapi menyewa ojek sebagai teman, kebetulan tukang ojeknya adalah orang kampung saya.

Dengan diawali Bismillah, satu persatu blokade bisa dilewati, kebetulan yang menjaga blokade adalah para aparat yang saya kenal dan mengetahui profesi saya.

Dilokasi awalnya memang ada keberatan dari aparat bersenjata yang menjaga lokasi, namun setelah dijelaskan maksud dan tujuan saya serta menunjukkan Kartu Pers, sayapun diizinkan mengambil foto-foto sesuai perintah tugas Redaksi, perjuangan saya dalam peliputan yang penuh tantangan itu terbalaskan esok harinya dengan sebuah berita headline, hasil liputan saya menjadi berita utama, sebuah penghargaan yang tidak ternilai, hasil dari sebuah liputan dan hanya wartawan yang merasakan kepuasan itu.

SELANJUTNTA HAL.5