Pacaran Lewat Media Sosial, Pasangan Guru Banyak Minta Cerai

0
477

Solok, (SK)—Pengaruh Medsos (Media Sosial) kini mulai dirasakan ditengah-tengah keluarga di Kabupaten dan Kota Solok, karena Media Sosial akhir-akhir ini turut sebagai penyebab terjadinya sejumlah kasus perceraian di wilayah kerja Pengadilan Agama Solok. Ironisnya, dari jumlah kasus perceraian yang masuk tahun 2018, sebagian besar melibatkan kalangan PNS yang berprofesi sebagai guru.

Kepala Pengadilan Agama Solok Ernawati didampingi Hakim Nursal, kepada awakmedia di ?Solokvmengatakan, setidaknya sepanjang Januari hingga Juli 2018, PA Solok telah menerima 215 gugatan kasus perceraian baik itu gugat cerai maupun gugatan talak cerai.

“Sebanyak 10 persen dari jumlah kasus perceraian yang ditangani merupakan kasus gugat cerai yang dilayangkan PNS yang berprofesi guru,” kata Ernawati menambahkan seperti dikutip dari rakyatsumbarnews.com.

Gugat cerai atau pun talak cerai tersebut muncul bermula dari adanya kecurigaan, pasangannya menjalin hubungan lain di sosmed baik itu Facebook, Twitter, Istagram dan lainnya.

Sementara itu, untuk masyarakat biasa di luar PNS, perceraian banyak diajukan terkait persoalan ekonomi mulai dari suami yang tidak memberi nafkah karena malas bekerja sampai prilaku suami yang hobi bermain judi.

Menurutnya, retaknya hubungan suami-isteri sampai berujung ke pengadilan akibat salah dalam mengunakan sosmed mulai ditangani PA Solok dialami setidaknya sejak 4 tahun terakhir. Rata-rata keluarga yang mengugat cerai selama ini terpantau dari keluarga yang berekonomi sedang ke atas.

Wilayah kerja PA Solok terdiri dua kecamatan di Kota Solok yakni kecamatan Tanjung Harapan dan Kecamatan Lubuk Sikarah. Kemudian 4 Kecamatan di Kabupaten Solok yang mana meliputi wilayah Kecamatan X Koto Diatas, X Koto Singkarak, Junjung Siriah Paningahan dan Sungai Lasi.(sk.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here