Tak Kunjung Direhab, SDN 02 Taluak Sering Bocor dan Kebanjiran

0
149

Sabana Kaba, Tanah Datar—SD Negeri 02 Aliran Sungai Kenagarian Taluak Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar sering bocor dan kebanjiran di waktu hujan lebat, sehingga para murid tidak bisa mengikuti proses belajar di sekolah yang sudah lama dibangun tersebut dengan lancar.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan sabanakaba.com Rabu (3/10), SD Negeri 02 ini sudah waktunya atapnya diganti, karena sudah banyak yang bocor dan bila hujan lebat ada dua lokal yang termasuk parah dan tak bisa digunakan untuk proses belajar dan mengajar, karena demikian derasnya air yang turun akibat bocor tersebut.

“Berdasarkan kenyataan yang ada sekarang, ada dua lokal yang cukup parah, masing kelas II dan kelas VI. Kedua lokal tersebut bila sudah musim hujan sudah tidak bisa digunakan sama sekali, bahkan air menggenang di lantainya,” tutur salah seorang tokoh masyarakat yang keberatan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, jika kedua ruang belajar itu sudah digenangi air, maka para siswa terpaksa digabungkan dengan ruang belajar lainnya, sehingga suasana belajar sudah tidak nyaman lagi serta konsentrasi siswa menyerap pelajaran yang diberikan juga tidak sepenuhnya dapat diterima.

Camat Lintau Buo Zulkifli Idris, S.Sos ketika dikonfirmasikan membenarkan, jika SD Negeri 02 Aliran Sungai Taluak kondisinya akhir-akhir ini semakin memprihatikan. Atap sudah pada lapuk dan bocor, sehingga lotengnya yang terdiri dari papan triplek juga ikut mengelupas disebabkan sering kena bocoran hujan.

“Kita kini sedang mempersiapkan proposal untuk diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar agar dapat direhab, sehingga ketergangguan anak-anak belajar tidak berlarut-larut,” kata Zulkifli didampingi Kasi Kesos Jon Hendri menambahkan.

Camat Zulkifli selanjutnya mengatakan, di SD Negeri 02 Taluak ini sekarang memiliki murid sebanyak 223 siswa yang terdiri dari 40 siswa kelas I, 43 siswa kelas II, 22 siswa kelas III, 35 siswa kelas IV, 43 siswa kelas V dan 31 siswa kelas VI.

Sekolah yang didirikan tahun 1910 ini membutuhkan biaya untuk rehab sekitar Rp,370,- juta yang terdiri dari rehab atap Rp.350,- juta dan rehab ruang kelas Rp.20,- juta. Seandainya harapan segenap siswa dan guru ini dapat terpenuhi, maka proses belajar dan mengajar di SD Negeri 02 Taluak akan semakin lancar, mutu pendidikan meningkat serta menciptakan suasana belajar yang nyaman.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here