Tamasya Minggu Ini, Koto Baru Sungai Tarab Miliki Sejumlah Pesona

0
1225

Oleh : Wirmas Darwis, SE

Sabana Kaba, Tanah Datar—Nama Koto Baru memang tidak satu di Kabupaten Tanah Datar, setidaknya ada pada tiga lokasi dengan kecamatan yang berlainan pula. Koto Baru pertama merupakan sebuah nagari, terletak di Kecamatan X Koto, kemudian ada pyla berbentuk Jorong di Nagari Batu Basa Kecamatan Pariangan dan terakhir Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Tarab.

Namun pada Minggu ini, kami akan mengajak anda bertamasya ke Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Tarab yang terletak sekitar 20 KM dari Kota Batusangkar. Untuk menuju kawasan ini tidak terlalu sulit dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua, melewati jalan aspal, meskipun sebahagian diantaranya yang mengelupas.

Bila datang dari Kota Batusangkar, cukup melewati jalan arah ke Baso, sesampai di Simpang Gudang belok kiri, menelusuri jalan yang tidak terlalu lebar, tetapi bisa dilewati kendaraan roda empat ukuran sedang.

Lantas apa yang ada di Nagari Koto Baru dengan Wali Nagari Harmadi ini ? Sebuah pertanyaan yang membuat anda tidak sabar menanti jawabannya. Sebagai nagari yang penduduknya mayoritas petani, Koto Baru memang memiliki kebun kulit manis atau cassiavera yang cukup banyak, bahkan termasuk penghasil kulit manis terbesar di Sumatera Barat.

Tak mengherankan, jika sepanjang perjalanan menuju Koto Baru di kiri- kanan jalan terdapat pohon cassiavera dengan pucuk memerah dan bergerak-gerak ditiup angin, seaka-akan menyampaikan selamat datang bagi tetamunya.

Nah, begitu sampai di Nagari Koto Baru anda akan disambut oleh senyuman para warga yang memang ramah terhadap orang yang datang berkunjung kesana. Bila anda mampir ke warung kopi warga Koto Baru akan menawarkan minum kopi, sambil terus bercerita tentang kesehariannya dalam menjalani kehidupan.

Di Nagari Koto Baru yang terletak di pinggang Gunung Merapi ini, memiliki pemandangan yang cukup indah, dapat dijadikan sebagai alat untuk mengendorkan saraf yang tegang, setelah sekitar seminggu menghadapi pekerjaan rutin.

Bukan hanya itu, disini juga tetdapat air tejun yang bagi masyarakat setempat, objek wisata itu disebut dengan Air Terjun Sarasah. Meskipun tak sebesar air terjun Lembah Anai, namun cukup asyik juga untuk dijadikan tempat selfi.

Camat Sungai Tarab Afrizal, SE dan Wali Nagari Koto Baru Harmadi menyebut air terjun ini sangat berpotensi sekali untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Apalagi sarana jalan cukup mendukung sekali, sehingga sangat memudahkan untuk digapai.

Dulu, Nagari Koto Baru ini juga terkenal dengan anyaman mensiangnya, namun sejak sepuluh tahun terakhir, produk yang dikerjakan oleh emak- emak dan nenek- nenek boleh dikatakan tidak ada lagi, tergilas oleh kemajuan produk terbuat dari plastik.

Berbicara masalah kuliner, di Koto Baru ini terdapat suatu masakan untuk pelengkap makan nasi. Masyarakat Koto Baru menyebutnya dengan “Samba Lado Tulang” yang bahannya berasal dari cabe (lado) dicampur dengan tulang engkel sapi atau kerbau. Rasanya, jangan ditanya, jika lewat mertua di halaman rumah tidak akan kelihatan, selamat……(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here