Wakil Bupati Ahmad Fadly : Angka Kemiskinan Kabupaten Tanah Datar Terendah di Sumbar

0
178

SABANA KABA, Tanah Datar–Berdasarkan  data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan Kabupaten Tanah Datar berhasil mencatatkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Ahmad Fadly saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026, Kamis (9/04/2026) di aula Bappedalitbang.

“Menurut data BPS, persentase penduduk miskin di Kabupaten Tanah Datar tahun 2025 tercatat sebesar 3,59 persen, turun sebesar 0,67 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,26 persen,” katanya.

Dikatakan Wabup lagi, capaian ini menempatkan Tanah Datar sebagai Kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah untuk tingkat kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.”Jumlah penduduk miskin di Tanah Datar turun dari 15 ribu jiwa di tahun 2024 menjadi 12.557 jiwa pada tahun 2025,” ujar Wabup Ahmad Fadly.

Menurutnya, capaian ini patut disampaikan apresiasi kepada OPD terkait, namun tidak boleh jumawa atau terlena, karena capaian ini juga harus menjadi peringatan dan harus mencermati bahwa penurunan kemiskinan terjadi di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi.

Yang perlu dicermati lagi, tambah Ahmad Fadly, jika penurunan angka kemiskinan terlalu bergantung kepada program yang bersifat bantuan bukan kepada program bersifat pemberdayaan atau peningkatan produktivitas, maka ketika anggaran terbatas atau program dihentikan, kemiskinan akan berpotensi kembali melonjak.

Ia mengingatkan, kita harus mengantisifasi dan melakukan berbagai inovasi untuk mengatasi resiko kemiskinan kembali meningkat ketika intervensi bantuan berkurang.

Setidaknya ada 5 isu utama yang menjadi perhatian, yakni desain intervensi penanggulangan kemiskinan belum sepenuhnya tepat sasaran, efektivitas perencanaan program penganggulangan kemiskinan masih rendah, integrasi program antar perangkat daerah belum optimal, ketergantungan masyarakat kurang mampu pada bantuan sosial masih tinggi dan pemanfaatan data belum optimal dan belum sepenuhnya terintegrasi.(WD)