Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar (11), Yusnaldi: Jadi Wartawan di Tanah Datar Menyita Beban dan Menantang Mental

0
50

Aktif sebagai wartawan tentu menggabungkan diri jadi anggota Balai Wartawan Tanah Datar yang dipimpin Maizar Rangkuti, pengurus PWI setempat dan menjadi ketua PWI periode 2014-2017 hingga beberapa tahun perjanjangan tugas.Menyukai daerah ini dengan akar budayanya juga ikut mendirikan dewan kesenian Tanah Datar bersama sejumlah seniman dan penulis.

Menyukai sastra dan budaya. Untuk ini puisi-puisinya dimuat dalam antologi penyair wartawan saat gelaran HPN pada rentang 2017-2020, juga penulis feature seni budaya terbaik saat festival pesona budaya Minangkabau 2017.

Yusnaldi lahir di Supanjang Nagari Cubadak pada 29 November 1971 setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Sastra Unand tahun 1997 tidak meninggalkan Batusangkar.Bekerja di Harian Mimbar kemudian pindah sebentar ke Haluan liputan Padang Panjang, pernah di Tribun Sumbar lalu di Harian Singgalang hingga ditugaskan di online TopSatu.com.

Menjabat sebagai ketua PWI Tanah Datar periode 2014-2017. Saat ini mengajar disebuah madrasah.Mengikuti Diklat jurnalistik dasar, menengah dan utama yang digelar PWI dan USAID, serta memiliki legalformal UKW untuk pers muda.(TAMAT)

Pembaca www.sabanakaba.com yth, kami dari Dewan Redaksi mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena dari 29 orang Wartawan Mesin Ketik yang ada dalam buku Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar Luhak Nan Tuo, hanya 11 episode yang bisa diturunkan. Ini setelah dilakukan berbagai pertimbangan, jika anda masih ingin menelusuri kisah teman-teman yang lain silahkan baca bukunya, terima kasih.