Gunakan Bahasa Ibu, Guru Sering Salah Samek Dalam Mendidik Siswa

0
547

Sabana Kaba, Tanah Datar—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tanah Datar Riswandi, S.Pd, M.Pd menegaskan, guru sering “Salah Samek” dalam mendidik siswa, karena mencampuradukkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah yang kadang-kadang tidak bisa diterima dengan baik oleh para siswa.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Dikbud Riswandi ketika membuka secara resmi acara Penyuluhan Penggunaan Bahasa Media Massa di Kabupaten Tanah Datar kerjasama Balai Bahasa Sumbar dengan Dinas Dikbud Tanah Datar di Aula SMK Negeri 2 Batusangkar di Bukit Gombak, Rabu (16/10).

Kepala Dinas Riswandi memberikan contoh tentang pernah kejadian di salah satu SD di Kota Padang, hanya gara-gara bertanya kepada seorang siswi yang berjalan di ruang kelas dengan nada “Iko jantan atau batino” (pria atau wanita), lalu siswi tersebut tidak terima diperlakukan sebagai binatang.

“Karena diberlakukan tidak wajar, siswa tersebut mintak pindah dari sekolah tersebut, pada hal dalam keseharian hal ini sudah lumrah dilakukan,” katanya menambahkan.

Ia mengajak, peserta penyuluhan agar menghargai Bahasa Indonesia dengan baik, walaupun sudah diikrarkan dalam Sumpah Pemuda. Dengan demikian, kita berharap kedepan tidak ditemukan dalam pembuatan baliho menggunakan bahasa Asing, seperti Ris Tailor, pada hal kita tinggal di Indonesia.

Sementara Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat diwakili Dini Oktarina mengatakan,Salah satu tugas dari Balai Bahasa adalah memberikan penyuluhan berbahasa Indinesia yang baik, terutama dalam upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa.

“ Pelatihan ini sengaja melibatkan wartawan agar dapat menulis di media massa dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik,” tutur Oktarina. Kegiatan ini berlansung selama tiga hari dari tanggal 16 s/d 18 Oktober 2019.(WD)-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here