Terjadi di Pasia Laweh Sungai Tarab, Kawin Tak Jadi Alek Tetap Berlangsung dengan Ramai dan Meriah

0
2180

SABANA KABA, Tanah Datar –Kejadian aneh tapi nyata, terjadi di Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Nagari ini semulanya akan menyelenggarakan Program Unggulan (Progul) Pemkab Tanah Datar Satu Nagari Satu Even, namun karena proposal yang diajukan tidak dikabulkan, maka acara yang biasa dibuka Bupati Tanah Datar tak menjadi kenyataan.

Ibarat suatu pernikahan, kawin tak jadi, namun alek nagari tetap berlangsung ramai dan meriah, Sabtu (30/08/2025), meskipun pihak Pemerintahan Nagari dan Panitia Pelaksana harus mengganti judul, dengan “Pasie Laweh Bangkit dari Duka Menjadi Doa dan Karya”.

Tidak adanya kesepakatan antara Pemerintah Nagari Pasia Laweh dengan Dinas Parpora, karena pihak Dinas Parpora Tanah Datar mintak penjadwalan ulang acara yang bakal ditampilkan, namun disebabkan acara yang dibuat sudah disepakati di nagari, permintaan Dinas Parpora tak bisa dilakukan.

“Karena proposal kita tidak dipenuhi Dinas Parpora Tanah Datar, yah kita laksanakan saja berupa Alek Nagari,” kata Wali Nagari Pasia Laweh Hidayat Dt.Paduko Sirajo ketika menjawab pertanyaan media ini usai acara pembukaan, Sabtu.

Dihadiri ratusan masyarakat yang tumpah ruah di lokasi acara, kegiatan diawali dengan peresmian Tugu dan Galeri Foto Galodo, sebuah penanda sejarah sekaligus monumen penghormatan bagi tragedi banjir bandang yang meluluhlantakkan Nagari Pasia Laweh pada tahun 1979.

Dengan mengangkat tema “Pasie Laweh Bangkit dari Duka Menjadi Doa dan Karya”, acara ini tidak hanya menjadi momen peringatan, tetapi juga lambang kebangkitan masyarakat Pasie Laweh dari masa lalu yang penuh duka menuju masa depan yang penuh harapan.

Wali Nagari Pasie Laweh, Hidayat, S.Pd., M.Pd.T.dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peresmian Tugu dan Galeri ini memiliki makna lebih dalam.“Acara ini bukan sekadar seremonial biasa. Ini adalah ajang edukasi dan literasi bagi generasi muda tentang peristiwa Galodo yang terjadi pada tahun 1979,” kata Wali Nagari.

Ia menyebut, Kami ingin anak-anak kita mengetahui sejarah ini, mengambil hikmahnya, serta menjadikannya pelajaran agar selalu waspada terhadap bencana. Tugu dan galeri ini adalah simbol kebangkitan Pasie Laweh dari musibah besar itu,” ujar Hidayat dengan suara bergetar.

BERITA TERKAIT : Parpora Minta Penjadwalan Ulang, Walnag Pasia Laweh Tetap Akan Laksanakan Walau Tanpa SNSE

Hidayat menambahkan, pada acara tersebut juga dihadirkan saudara-saudara dari Sitiung 3, yang merupakan keluarga korban selamat dalam tragedi Galodo. Kehadiran mereka menambah nuansa haru dan mempererat ikatan emosional antarwarga.(WD)