Irwan Prayitno : Pasar Sayur Berkembang, Kemacetan Koto Baru Teratasi

0
161

Sabana Kaba, Tanah Datar–Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, Pasar Koto Baru Kecamatan X Koto berpotensi menjadi pasar sayur internasional, asal saja dikelola dengan baik dan profesional, karena pasar ini memiliki beraneka ragam sayur segar serta dibawa para pedagang keluar daerah tetangga, bahkan sampai ke Batam.

“Produk pertanian berupa sayur- sayuran dari Pasar Koto Baru ini bisa saja dipasarkan ke Singapura dan Malaysia, asal saja dikemas secara baik dan terhindar dari segala penyakit yang dapat membahayakan kesehatan,” kata Gubernur Irwan Prayitno ketika meletakkan pertama batu pertama pengembangan pembsngunan Pasar Koto Baru, Sabtu (20/7).

Berkaitan dengan kemacetan di depan Pasar Koto Bar, Gubernur Irwan mengatakan sebagai yang salah bukan pasar, tetapi kendaraan bertambah banyak, pasar dari dulu hingga sekarang begitu-begitu saja, tetapi karena arus lalu-lintas semakin ramai tentu terjadi kemacetan yang berkepanjangan setiap hari pasar.

Ia menambahkan, berbagai upaya dan rencana telah dilakukan untuk mengatadi kemacetan ini diantaranya menjadikan pasar di malam hari, tetapi karena cuaca dingin akan mempengaruhi kesehatan petani dan pedagang serta pernah juga disarankan untuk membangun fly over, namun juga tidak efektif sehingga pasar Koto Baru sampai saat ini masih memiliki permasalam cukup komplit, namun harus kita selesaikan.

“Adanya ide menggeser pasar kebelakang, namun tentu mengorbankan lahan masyarakat, Alhamdulillah ternyata masyarakat berkenan menyerahkan tanahnya, mudah2an membawa dampak positif ke depan,” tutur Gubernur Irwan.

Sementara Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam kesempatan tersebut mengatakan, revitalisasi pasar Koto Baru merupakan upaya kerja keras semua pihak terkait agar transaksi atau jual beli di pasar ini berjalan dengan lancar dan tertib.

“Kecuali itu, yang kita tuju pengembanga pasar Koto Baru tidak hanya untuk kelancaran lalu-lintas, tetapi bagaimana bisa menjadi pasar regional untuk pulau Sumatera,” tambah Bupati Irdinansyah meyakinkan masyarakat setempat.

Sedangkan Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar Marwan, SE mengatakan, kemacetan yang terjadi di depan Pasar Koto Baru ini kadang-kadang mencapai 5 jam pada hari Senin dan Selasa. Perjalanan Padang-Bukittinggi lebih cepat memutar ke tempat lain, ketimbang bertahan di jalur macet.

Menurut Marwan, pengembangan pembangunan Pasar Baru hingga selesai menbutuhkan biaya mencapai Rp.28,- Milyar, dengan kata untuk menuntaskan pembangunan pasar ini mebutuh biaya Rp.16,- Milyar lagi.

Ikut memberikan sambutan Tokoh Masyarakat setempat Y. Dt. Marajo yang pada dasarnya mengatakan masyarakat Koto Baru siap membantu pemerintah untuk membangun, karena kemacetan lalu lintas di Koto Baru sudah menjadi issu Nasional.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here