Pasar Rabu Padang Ganting, Antara Tempat Bermain dan Menyambung Kehidupan

0
1683

Sabana Kaba, Tanah Datar—Ketika seorang “Konco Palangkin” alias “ Sahabat Kental” Noerfikal M.Noer memposting sebuah foto Pasar Rabu Padang Ganting Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar di facebook, bayangan masa lalu kembali bermain dipikiran ini, karena tempat yang lebih populer dengan sebutan “Balai Baa” ini punya rangkaian cerita panjang dalam kehidupan.

BACA JUGA : Tanah Datar terkonfirmasi 5 Positif, Satu Orang Meninggal Sehari Sebelumnya

Meskipun saya dilahirkan di Sawah Lunto sekitar 63 tahun lalu, namun sekitar usia satu tahun dibawa orang tua ke Nagari Tuan Kadhi tersebut. Orang tua saya di negeri yang telah melahirkan dua Rektor Unand Padang (Mawardi Yunus dan Musliar Kasim) ini semulanya hanya sekedar pelarian dari situasi yang tidak menentu waktu itu.

Namun karena tuntutan kehidupan, akhirnya kami menetap tinggal di Padang Ganting. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, ayah saya menekuni pekerjaan sebagai pedagang cendol dari balai ke balai (pasar ke pasar tradisional), bahkan kadang-kadang juga mengolah sawah penduduk setempat dengan sistem seduai atau bagi hasil.

Sebagai anak balita waktu itu, saya memang lebih akrab dengan Pasar Rabu Padang Ganting, baik sebagai tempat bermain di luar hari pasar maupun menuntut ilmu melalui jenjang pendidikan SD. Kebetulan SD Negeri 2 Padang Ganting lokasinya juga di Pasar Rabu pada waktu saya masih usia jenjang pendidikan tersebut.

Berbicara tentang lokasi tempat bermain, disinilah saya bersama teman-teman bermain semba lakon, bermain galah, main parok kotak rokok, main dama dan sejumlah permain lainnya tanpa menggunakan internet, karena internet masa itu memang belum ada.

Bermain mobil-mobilan boleh dikatakan sangat mengasyikkan waktu itu, apalagi mobil-mobilan yang didorong itu adalah buatan sendiri, sangat bangga sekali rasanya. Tidak seperti sekarang anak-anak sibuk bermain mobil-mobilan yang sudah jadi, bahkan ada pula bermain mobil balap yang telah diformat atau diaplikasi di internet.

Anak-anak tempo dulu membuat permainan sendiri, karena memang waktu itu kehidupan serba sulit dan orang tua juga tak bisa memanjakan anaknya. Namun kesemuanya ini membawa dampak positif terhadap pengembangan ide anak-anak, sehingga ada yang mengatakan kenapa orang dulu lebih banyak berhasil, karena mereka dari kecil memang sudah dituntut berbuat kreatif.

Kecuali itu, Pasar Rabu Padang Ganting juga sebagai penopang kehidupan keluarga, karena disana orang tua saya berjualan cendol sekali seminggu. Bukan hanya orang tua laki-laki, tetapi orang tua perempuan sempat melanjutkannya ketika saya masih bersekolah di SMA Adabiah Padang, karena ayah saya sudah tidak kuat lagi berusaha.

Terima kasih sahabatku Noerfikal, terima kasih telah mengingatkan kembali masa kecil yang tak mungkin terlupakan. Meskipun kondisinya sudah jauh berubah, karena Pasar Rabu Padang Ganting yang kini terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan terhadap pedagang maupun warga Padang Ganting dan sekitarnya.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here